Category: Umum

10 Orang Terkaya Dunia di 2014 versi Forbes

Forbes-billionairesLiputan6.com, New York Tim pengamat kekayaan global majalah Forbes kembali melansir jajaran miliarder atau orang terkaya di muka bumi ini. Beberapa nama memang sudah dikenal masyarakat dunia dan selalu menempati jajaran teratas orang terkaya dunia.

Namun hal menariknya, hanya dalam kurun waktu satu tahun, 268 miliarder baru telah lahir dan langsung menempati jajaran orang-orang terkaya di dunia. (more…)

10 Negara Paling Bebas Korupsi

Berikut adalah daftar negara terbersih dari korupsi berdasarkan data CPI (Corruption Perseption Index) tahun 2010 yang dikeluarkan lembaga Transparation International:

  1. Denmark. Yang menganut konsep ekonomi kapitalis pasar campuran sekaligus kesejahteraan sosial, adalah negara yang mempunyai pendapatan tertinggi di dunia. Berdasarkan majalah Forbes, Denmark adalah negara yang memiliki iklim bisnis terbaik. Dari tahun 2006 sampai 2008, survey mengatakan bahwa Denmark adalah “tempat yang paling menyenangkan di dunia”, dipandang dari standar kesehatan, kesejahteraan, dan pendidikan. Survey Global Peace Index tahun 2009 mengatakan bahwa Denmark menduduki posisi negara paling damai kedua di dunia, setelah Selandia Baru.
  2. Singapore . Negeri ini jauh berbeda dengan tetangganya yang memiliki luas ber ratus-ratus kalilipatnya, Indonesia. Singapore memiliki nilai CPI sama dengan Denmark, 9,3.

    Economist Intelligence Unit dalam “Indeks Kualitas Hidup” menempatkan Singapura pada peringkat satu kualitas hidup terbaik di Asia dan kesebelas di dunia. Singapura memiliki cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia.Negara ini juga memiliki angkatan bersenjata yang maju.

    Setelah PDB-nya berkurang -6.8% pada kuartal ke-4 tahun 2009,Singapura mendapatkan gelar pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PDB 17.9% pada pertengahan pertama 2010. pantalah jika mayoritas orang Singapura kaya raya.

  3. Selandia Baru termasuk dalam negara berkembang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi menyaingi Eropa Selatan dalam beberapa hal, Selandia Baru termasuk dalam salah satu negara terbaik misalnya pada Indeks Pembangunan Manusia yang menempatkan Selandia Baru pada urutan ketiga. Ekspor merupakan andalan utama perekonomian negara ini sehingga dampak perekonomian dunia akan berpengaruh langsung pada kondisi ekonomi negara ini.
  4. Swedia merupakan salah satu negara termiskin di Eropa pada abad ke-19, dikarenakan konsumsi alkohol yang tinggi dan dogmatik Protestanisme, sampai transportasi dan komunikasi berkembang mengijinkan pemanfaatan aset alam dari beberapa bagian negara, yang terkenal adalah kayu dan bijih besi. Sekarang, negara ini didefinisikan oleh tendensi liberal dan keinginan penyamaan yang kuat, dan biasanya berada di urutan atas dalam Indeks Pengembangan Manusia PBB.
  5. Finlandia merupakan negara industri, memiliki ekonomi pasar-bebas, dengan produksi per kapita kira-kira sama dengan Britania Raya, Perancis, Jerman, dan Italia. Standar hidup di Finlandia tinggi. Sektor kunci ekonomi adalah produksi, terutama di bidang telekomunikasi. Perdagangan memiliki peran penting yang hampir mencapai sepertiga PDBnya. Finlandia mengimpor bahan mentah, energi, dan beberapa komponen barang produksi.

    Karena iklimnya, perkembangan pertanian terbatas untuk mempertahankan kecukupan-sendiri. Kehutanan merupakan ekspor yang cukup penting, menyediakan pekerjaan sekunder bagi populasi pedesaan. Integrasi yang cepat dengan Eropa Barat, Finlandia meninggalkan mata uang markka dan beralih ke euro pada 1 Januari 1999.

    Finlandia adalah sebuah negara kesejahteraan sehingga warga negaranya dikenai pajak yang besar, namun sebagai gantinya, mereka menikmati layanan sosial yang baik.

  6. Ekonomi Kanada sekarang ini mendekati Amerika Serikat dengan sistem ekonomu berorientasi-pasar, pola produksi, dan standar hidup yang tinggi. Di abad terakhir, pertumbuhan luar biasa dalam produksi, pertambangan, dan sektor pelayanan telah mengubah negara ini dari ekonomi pedesaan menjadi industri perkotaan. Energi dapat dipenuhi sendiri, Kanada memiliki cadangan gas alam yang banyak di pesisir timur dan tiga provinsi barat, dan juga banyaknya sumber daya lain.

    Kanada telah berhasil menghindari resesi ekonomi setelah 2001 dan telah mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang terbaik di dalam grup G8. Dengan banyakanya sumber daya alam, tenaga kerja trampil, dan pabrik kapital modern, Kanada menikmati prospek ekonomi padat.

    Dibayangi dua kesulitan, yang pertama adalah perbedaan politik atas konstitusi antara Quebec dan Kanada lainnya. Ini telah meningkatkan kemungkinan perpisahan di federasi. Namun, karena ekonomi telah menguat, terutama di Quebec, ketakutan akan perpecahan telah mereda.

  7. Belanda mempunyai ekonomi yang maju dan terbuka yang mana pemerintahan telah mengurangi peranannya dalam mengawal ekonomi Belanda sejak 1980-an. Aktivitas ekonomi utama di Belanda adalah termasuk pemrosesan makanan, bahan kimia, pemrosesan minyak, dan pembuatan mesin listrik. Walaupun sektor pertaniannya hanya menyediakan peluang pekerjaan kurang dari 4% populasi, Belanda mampu menghasilkan kelebihan dalam industri makanan untuk diekspor. Belanda menduduki urutan ketiga dalam daftar pengekspor makanan, setelah Amerika Serikat dan Perancis.
  8. Australia menganut sistem ekonomi pasar dengan PDB per kapita yang tinggi dan angka kemiskinan yang rendah. Dolar Australia adalah satuan mata uang negara ini, termasuk pula Pulau Natal, Kepulauan Cocos (Keeling), dan Pulau Norfolk, juga negara-negara kepulauan Pasifik yang merdeka, yakni Kiribati, Nauru, dan Tuvalu. Setelah penggabungan Australian Stock Exchange dan Sydney Futures Exchange pada tahun 2006, kini Bursa Efek Australia menjadi bursa saham terbesar ke-9 di dunia.
  9. Swiss. Sistem pemerintahannya sangat bagus, benar-benar mencerminkan dan menyerap keanekaragaman penduduknya. Sebagai negara federal, demokrasinya bersifat “langsung”, tapi diwakili oleh Majelis Federal. Parlemen ini memilih tujuh orang untuk menjadi “pemerintah”. Ketujuhnya berstatus menteri, mengepalai departemen, dan salah satunya menjadi presiden selama satu tahun secara bergiliran. Presiden digilir setiap tahun!.
  10. Kerajaan Norwegia atau Kongeriket Norge (Noreg) dalam bahasa Norwegia, adalah sebuah negara Nordik di Semenanjung Skandinavia bagian ujung barat yang berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia. Pantainya yang berada di Samudera Atlantik Utara dan Laut Barents adalah lokasi dari fyord terkenal. Svalbard dan Jan Mayen berada di bawah kedaulatan Norwegia berdasarkan Traktat Svalbard. Norwegia memiliki sebuah pulau bernama Bouvet yang terletak di Samudera Atlantik. Luas total Norwegia adalah 385,525 km² dan populasi sebesar 4.9 juta. Norwegia merupakan negara dengan kepadatan penduduk terendah kedua diEropa. Ibukotanaya adalah Oslo. Norwegia memiliki cadangan minyak bumi, gas alam, mineral, makanan laut, air segar yang luas. Norwegia juga penghasil minyak dan gas alam per kapita terbesar di luar Timur Tengah.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/519a23c83f42b29f72000006/10-negara-paling-bebas-korupsi

Ponsel sudah ada sejak tahun 1928

Perdebatan mengenai para penjelajah waktu sampai sekarang masih belum juga mendapatkan jawaban yang jelas. Salah satu obyek yang dijadikan bahan perdebatan adalah sebuah adegan di film Charlie Chaplin.

Di dalam film tersebut ada seorang wanita yang berjalan dan tangan kirinya seakan sedang memegang sesuatu. Ketika diperbesar, mulut sang wanita juga terlihat seperti sedang berbicara padahal di sekitarnya tidak ada seorang pun.

Ketika video tersebut beredar, banyak pro dan kontra mengulas masalah penjelajah waktu dan menjawab apakah benar sang wanita dalam film Charlie Chaplin tersebut sedang melakukan pembicaraan dengan menggunakan handset? Perlu diketahui, film tersebut dibuat sekitar tahun 1928, jauh sebelum ponsel atau perangkat mobile ditemukan.

Sampai sekarang perdebatan masih berlanjut. Ada yang mengatakan bahwa film tersebut adalah rekayasa ada juga yang membenarkan bahwa wanita tersebut adalah seorang penjelajah waktu. Pada tahun 2010, terdapat penjelasan yang cukup logis dituliskan di sebuah laman di internet (forgetomori.com).

Dalam penjelasannya, kemungkinan sang wanita sedang menggunakan sebuah alat untuk membantu pendengaran. Pada tahun 1924, Siemens pernah membuat satu perangkat elektronik yang berfungsi untuk membantu pendengaran.

Di pertengahan abad ke-19 juga banyak ditemui orang-orang menggunakan alat seperti terompet yang berfungsi sama yaitu sebagai alat bantu pendengaran.

http://www.merdeka.com/

Sarana Pendidikan Sekolah Inklusi Minim Fasilitas

Sekolah-sekolah inklusi umumnya belum dilengkapi fasilitas peraga yang memadai untuk siswa berkebutuhan khusus. Guru-guru yang mengajar siswa berkebutuhan khusus juga belum dipersiapkan, kecuali beberapa guru dari sekolah luar biasa yang diperbantukan.

Hal ini terungkap dalam kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh ke sejumlah sekolah inklusi di Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/11). Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 1.450 sekolah luar biasa (SLB) dan hanya 400 yang negeri. Selain itu, sebanyak 800 sekolah sudah menjadi sekolah inklusi.

Mendiknas sempat meninjau SD Negeri Klampis Ngasem, Surabaya. Dari 639 siswa SDN Klampis Ngasem, sebanyak 165 siswa di antaranya berkebutuhan khusus. Siswa berkebutuhan khusus terbanyak adalah yang berkategori lambat berpikir (slow learner), autis, tunarungu, dan hiperaktif. Selain itu, terdapat seorang siswa tunanetra dan empat siswa tunadaksa.

Di SDN Klampis Ngasem, dari 40 guru, hanya delapan yang berstatus pegawai negeri sipil. Sebagian besar guru pendamping siswa difabel berstatus honorer yang honornya dibebankan kepada orangtua siswa. Adapun di SD Negeri Kutisari II Surabaya belum ada guru yang khusus dibekali untuk mengajar siswa difabel. Mendiknas juga sempat meninjau SLB Karya Mulia.

Koordinator Inklusi SDN Klampis Ngasem Dadang Bagus menambahkan, kendati sekolah ini menerima siswa dari semua jenis cacat, fasilitasnya tidak ada. Alat untuk terapi, alat bantu dengar, peraga, dan bahan ajar berhuruf braille belum ada, demikian pula kurikulum dan metode ajar. Karena itu, semua diadaptasi dari kurikulum yang ada.

BOS dinaikkan

Seusai kunjungan tersebut, Mendiknas menjanjikan akan menaikkan jatah bantuan operasional sekolah (BOS) untuk siswa berkebutuhan khusus.

Pemerhati masalah difabel, Bahrul Fuad, menilai, saat ini pendidikan inklusi yang sudah dimulai sejak 2007 masih sebatas pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, persiapan untuk menerima siswa berkebutuhan khusus oleh sekolah, guru, ataupun siswa lain sangat minim.

Menurut Bahrul, guru-guru dan siswa perlu dikondisikan sebelum pendidikan inklusi diterapkan. Siswa, misalnya, perlu mengetahui cara melihat teman-temannya yang tunanetra dan cara berkomunikasi dengan teman yang tunarungu. Ruang kelas, akses sekolah, ataupun peralatan belajar-mengajar juga perlu disiapkan. Pelatihan untuk guru-guru sangat diperlukan, misalnya, melalui kerja sama dengan SLB.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Suwanto mengatakan, di Jatim terdapat 388 SLB dengan jumlah siswa 13.159 orang. Selain itu, terdapat 93 sekolah inklusi dengan siswa berkebutuhan khusus 1.476 anak.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Surabaya Eko Prasetyoningsih mengatakan, pelatihan untuk guru-guru di sekolah inklusi dimulai pada 2010. Pelatihan ini akan melibatkan pakar pendidikan luar biasa dan aktivis difabel. (INA)

Sumber: Kompas Cetak (kompas.com) – See more at: http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/berita/sarana-pendidikan-sekolah-inklusi-minim-fasilitas.html#sthash.P8TjP54b.dpuf

Di Sekolah Reguler, Pendidikan Inklusi Miskin Perhatian

JAKARTA, KOMPAS.com – Kurang seriusnya perhatian pemerintah untuk meningkatkan pendidikan inklusi tidak hanya terlihat pada kebutuhan kualitas dan kuantitas pendidik bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang menuntut ilmu di Sekolah Luar Biasa (SLB), melainkan juga di sekolah-sekolah reguler.

“Coba bayangkan, jika 40 siswa di satu kelas harus ditangani oleh satu orang guru, ditambah adanya seorang siswa ABK, apakah itu imbang, kalau dipikir itu jelas sangat kurang,” ujar Florentina Atik Purwatmini, guru SMP 226 Pondok Labu, Jakarta Selatan, kepadaKompas.com di Jakarta, Selasa (23/2/2010), menanggapi pernyataan Mendiknas Mohammad Nuh ihwal jumlah tenaga pendidik di SLB yang jauh lebih sedikit dibandingkan banyaknya siswa.

Atik mengungkapkan, guru-guru SLB sudah memiliki kemampuan khusus, sehingga kualitas anak didiknya masih bisa terpenuhi. Sebaliknya di sekolah reguler, selain konsentrasi guru yang harus terbagi dua untuk mendidik siswa reguler dan ABK, keahlian guru untuk mendidik siswa ABK pun rata-rata sangat minim.

“Mereka punya tanggung jawab, tetapi tidak punya kompetensi. Sejauh ini guru reguler berlaku secara otodidak,” ujar kordinator guru inklusi di sekolah model penyelenggara pendidikan inklusi tersebut.

Tahun ini, kata Atik, terdapat 15 ABK di sekolahnya. Dia berharap, guru-guru reguler yang mendapat tugas mendidik siswa ABK diberikan bekal secara temporer dalam penanganan khusus siswa ABK.

Seharusnya, lanjut dia, memang ada guru tersendiri untuk siswa ABK di sekolah reguler, termasuk juga kelengkapan sarana dan prasarananya. Tetapi, kalaupun itu tidak tersedia dan terpaksa diserahkan kepada guru reguler, pelatihan dan pembekalannya mesti diberikan maksimal.

“Sejauh ini hanya satu-dua kali saja, artinya itu pun belum bisa dipenuhi,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut Mendiknas, jumlah tenaga pendidik SLB jauh lebih sedikit dibandingkan banyaknya siswa. Berdasarkan data sementara Direktorat Pembinaan SLB Kemendiknas, jumlah tenaga pendidik SLB (pegawai negeri sipil ataupun swasta) hanya berkisar 16.000 orang, sedangkan siswa SLB di seluruh Indonesia mencapai 75.000 orang.

Sementara itu, angka partisipasi kasar (APK) anak-anak usia sekolah yang berkebutuhan khusus juga masih rendah, hanya 20-25 persen, dari total 347.000 anak-anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, setiap daerah perlu memberikan perlakuan khusus kepada kelompok itu dengan cara menyediakan dan mengoptimalkan lembaga pendidikan untuk penyandang cacat.

“Kalau di SLB diberikan perhatian, semestinya hal itu juga berlaku pada sekolah reguler, karena guru-gurunya harus diberi pembekalan khusus,” tambah Atik.

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/02/23/13104657/Di.Sekolah.Reguler..Pendidikan.Inklusi.Miskin.Perhatian

SMP KOSGORO © 2016